Kenapa harus memuliakan tamu?

 


Kenapa harus memuliakan tamu?

 

            Manusia merupakan makhluk sosial yang enggak lepas dari orang lain, hal ini menjadi dasar kenapa manusia suka interaksi antara satu sama lain, nongki, makan – makan, dan ngopi adalah ciri manusia bahwasannya manusia tak bisa hidup sendiri, bahkan manusia tak bisa sehari saja tak berinteraksi dengan seseorang.

Nah biasanya anak yang sering gabut kalau drumah lebih memilih untuk berkunjung atau main ke rumah temen untuk menghilangkan rasa bosannya. Nah sob, sebagai tuan rumah biasanya hati – hati tuh sama tamunya, namanya orang kan yaa… biasanya ada yang doyan makan dan sangat rakus, biasanya tuh ciri rakus ditandai sama orang gemuk, namun sebenernya yang bener – bener diwaspadain adalah orang kurus, karna nafsu makan orang kurus kandang – kadang diluar batas normal, sungguh aneh kok bisa enggak gemuk – gemuk yaaaa?..... padahal perut mereka kan kecil??? Ya menurut ane sih mungkin orang kurus tuh punya persediaan perut eksternal, jadi ga bakal keliatan gemuk.

Namun dalam agama kita, kita diharuskan untuk memuliakan tamu, siapapun itu orangnya baik itu gemuk maupun kurus bahkan dalam sebuah kisah, dizaman ummar bin khatab, ada seorang berkunjung ke rumah umar, ketika dia(tamu) masuk rumah, sayyidina ummar langsung berdiri untuk menghormati tamu tersebut, kemudian sahabat lain bertanya kenapa umar melakukan hal demikian, ummar pun menjawab “aku pernah mendengar rasulullah bersabda bahwa para malaikat berdiri disebuah ruangan jika didalamnya ada tamu(tamu yang masuk). Maka aku malu, karna masa malikat berdiri sedangkan aku duduk.”

Tidak hanya memulakan kedatangan tamu aja sob, ntar dipraktekinnya disambut terus dihujat lagi tamunya hahahaha….  Dalam sebuah hadis kecil rasulullah bersabda “tidak ada ganjaran apapun jika seorang kedatangan tamu kemudian memuliakannya kecuali akan allah bukakan pintu – pintu syurga baginya.”

Bahka dalam satu penggalan hadis panjang, ada ganjaran yang lebih gokil lagi dari itu yaitu “satu potongan yang dimakan tamu setara dengan pahalanya orang haji yang mabrur, umroh yang maqbul, dan allah akan membangunkan sebuah kota disyurga” (untuk tuan rumahnya). Dan baragsiapa yang memuliakan seorang tamu maka pahalanya setara dengan memuliakan 70 ribu nabi. Yah singkatnya yah, kalau antum – antum merasa dosanya kebanyakan tunggu ane dirumah antum aja hahahaha……

Yah mungkin cukup buat penggalan artikel kecil saya semoga bermanfaat, terimakasih.

 ................................................................................................

Eh iyya ini dasar rujukan hadisnya, sengaja saya pisahkan, dan taroh bawah biar pembaca lebih santai dan tidak terganggu oleh hadis yang ditakutkan kadang diskip doank

 

Tentang memuliakan tamu

عن عمر ابن خطاب رضي الله عنه : كان إذا جاءه الضيف قام بنفسه يخديمه فقيل له في ذالك فقال : سمعت رسول الله يقول "الملائكة يقومون في منزل فيه ضيف فأنا أستحي أنا أجلس والملائكة قائمون

            Sesungguhnya ummar bin khatab ummar bin khatab radiallahu anhu jika ada seorang berkunjung ke rumahnua(masuk rumah)  sayyidina ummar langsung berdiri untuk menghormati tamu tersebut, kemudian sahabat lain bertanya kenapa umar melakukan hal demikian, ummar pun menjawab “aku pernah mendengar rasulullah bersabda bahwa para malaikat berdiri disebuah ruangan jika didalamnya ada tamu(tamu yang masuk). Maka aku malu, karna masa malikat berdiri sedangkan aku duduk.”


Tentang berinfaq dan memuliakan tamu

عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال من انفق على الضيف درهما فكأنما أنفق الف درهم في سبيل الله

وقال النبي صلى الله عليه وسلم : ما من أحد يأتيه ضيف فأكرمه إلا فتح الله له بابا من الجنة

Dari Nabi Muhammad  SAW bersabda :barang siap berinfaq kepada tamu satu dirham , maka dia setara dengan berinfaq seribu dirham dijalan allah. Dan nabi bersabda : tidak ada seorangpun yang kedatangan tamu dan memuliakannya kecuali allah akan bukakan pintu – pintu syurga.

 

Tentang melayani tamu dengan baik

عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال أخبرني جبرائيل عليه السلام فقال : إن الضيف إذا دخل على أخيه المسلم دخلت معه ألف بركة و ألف رحمة وغفر الله ذنوب ذالك أهل البيت، ولو كانت ذنوبهم أكثر من زبد في البحر وورق الاشجار، وأعطاه الله تعالي ثواب ألف شهيد وكتب له بكل لقمة أكلها الضيف ثواب حجة مبرورة وعمرة مقبولة وبني الله تعالي له المدينة في الجنة، ومن أكرم الضيف فكأنما أكرم سبعين نبيا

            Dari Nabi Muhammad SAW bersabda “jibril Alaihissalam mengabarkan padaku, bahwasanya sesungguhnya jika seorang tamu masuk kedalam rumah saudara muslimnya(sesama muslim) maka masuk juga dengannya seribu keberkahan dan seribu rohmat, dan allah mengampuni dosa – dosa ahlil bait(pemilik rumah) tersebut walaupun dosanya lebih banyak daripada buih dilautan dan dedaunan yang ada dipohon, dan allah memberikan padanya pahala setara dengan seribu orang syahid dan dicatat juga setiap potongan makanan yang dimakan tamu dengan pahala yang setara dengan haji mabrur dan umroh yang qobul, dan dimangukan  padanya sebuah kota disyurga, dan barangsiapa memuliakan seorang tamu maka dia setara memuliakan 70 ribu nabi.


Tentang mentraktir teman

عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال من انفق على الضيف درهما فكأنما أنفق الف درهم في سبيل الله

Dari Nabi Muhammad  SAW bersabda : barang siap berinfaq(mentraktir) kepada tamu(teman) satu dirham , maka dia setara dengan berinfaq seribu dirham dijalan allah.


sekian, semoga hadist - hadistnya bermanfaat, bisa difahami, diingat, dan diamalkan.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku dan kamu

PENDIDIKAN PESANTREN DITENGAH MASA PANDEMI

Langitku runtuh